Description
Penulis:
Maqil Hani’ah, Amd.Kep.
Faishol Roni, S.Kep.,Ns.,M.Kes.
Ika Puspita Sari, S.Kep.,Ns.,M.Kep.
H. Arif Wijaya, S.Kp.,M.Kep.
Tiara Fatma Pratiwi, S.Kep.,Ns.,M.Tr.Kep.
Uk. 15.5×23 cm
ISBN: Proses Pengajuan
Tingginya jumlah penderita DM Tipe II juga dapat di sebabkan karena pola makan yang terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat. Selain itu, neuropati juga dapat mengganggu melemahkan otot kaki serta mengubah gerakan dan bentuk kaki.
Keadaan hiperglikemia yang berlangsung lama pada pasien DM tipe 2 dapat menyebabkan perubahan patologi pada pembuluh darah, akibat dari perubahan metabolisme, karbohidrat, protein, lemak sehingga mempercepat arterosklerosis pada pembuluh darah seperti aorta, arteri koroner, atau arteri yang memasok darah ke kaki dan otak sehingga dapat mengalami penurunan vaskularisasi perifer dan neuropati pada pasien DM yang juga berhubungan dengan faktor resiko lain seperti kelemahan aktivitas fisik.
Tanda dan gejala penderita diabetes melitus biasanya ditandai dengan rasa lemah yang dialami klien.
Dalam meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah salah satu upaya untuk mengatasi latihan aktifitas yaitu dengan cara menggunakan latihan ROM. Latihan range of motion (ROM) pasif merupakan latihan yang dianjurkan untuk penderita diabetes, karena latihan ROM pasif dapat meningkatkan aktifitas persendian dan pergerakan otot-otot yang dapat memperlancar vaskularisasi ektremitas bawah pada penderita diabetes melitus, sehingga dengan vaskularisasi yang baik akan membantu sistem saraf pada ektremitas bawah dalam merespon rangsangan yang diberikan





