KEBUTUHAN DAN KESIAPAN SISWA TUNARUNGU TERHADAP LITERASI DIGITAL PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PUBERTAS

Rp70.000

Beli via WhatsApp
Beli via Shopee

Description

Penulis:

AJENG GALUH WURYANDARI

NURMISIH

RUWAYDA

JULAECHA

Uk. 15.5×23 cm

ISBN: Proses Pengajuan

Masa remaja adalah masa transisi fisik, emosional, dan sosial yang hebat, terutama saat tubuh mereka mulai matang dan mereka mulai mengalami pubertas. Tahap ini bisa sangat menantang bagi kaum muda ini karena banyak aspek kesehatan reproduksi yang perlu dipahami oleh remaja, namun pendidikan kesehatan reproduksi ini mungkin tidak mudah diakses atau dipahami. Kurangnya akses ke informasi kesehatan seksual yang komprehensif, Program pendidikan yang ditujukan untuk remaja harus mencakup berbagai topik, mulai bagaimana mereka memahami perubahan-perubahan saja yang akan mereka lalui saat memasuki usia pubertas hingga bagaimana mereka menyiapkan menjadi calaon orang tua yang akan memiliki anak yang sehat. Dengan mempelajari topik-topik ini dan mengambil tindakan untuk meningkatkan kesehatan mereka, remaja memberikan kontribusi yang berharga bagi masyarakat.

Anak Berkebutuhan Khusus memerlukan bentuk pelayanan pendidikan secara khusus yang disesuaikan dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya. Kemampuan memelihara diri bagi anak berkebutuhan khusus sangat penting, terutama masalah kesehatan dan kebersihan diri supaya mereka tampak kelihatan wajar, tidak memperlihatkan kelemahan atau ketunaannya secara ekstream. Kesehatan reproduksi merupakan salah satu hal penting yang harus diketahui oleh anak berkebutuhan khusus (ABK) pada umumnya yang sedang sekolah di SLB/SMPLB/SMALB sebagai calon Bapak/Ibu agar anak berkebutuhan khusus (ABK) mampu memahami dirinya dalam hal kesehatan reproduksi dengan benar mutlak harus kita kenalkan apa yang ada pada dirinya dengan benar pula. Hasil penelitian ini memiliki kontribusi terhadap pendidikan dan kesehatan anak tuna rungu dan tunanetra, antara lain; adanya Alternatif literasi kesehatan berbasis digital; Alternatif media pelayanan kesehatan inklusi bagi penyadang tuna rungu berbasis digital, Membatu remaja tuna rungu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemadirian dalam kesehatan reproduksi