Description
Penulis:
Ilfin Nurdiana, Amd.Kep.
Faishol Roni, S.Kep.,Ns.,M.Kes.
Achmad Wahdi, S.Kep.,Ns.,M.Tr.Kep.
Imam Fatoni, S.KM.,M.M.
H. Arif Wijaya, S.Kp.,M.Kep
Uk. 15.5x 23 cm
ISBN Proses Pengajuan
Penatalaksanaan pasien dengan kadar gula darah yang tinggi dapat dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Selain itu, terapi non farmakologi juga merupakan terapi yang penting dalam upaya mengendalikan kadar gula darah. Salah satunya adalah teknik relaksasi otot progresif yang termasuk dalam strategi fisik dalam pembentukan mindbody terapi. Relaksasi otot progresif merupaka salah satu intervensi keperawatan yang dapat di berikan kepada penderita untuk meningkatkan relaksasi otot dan kemampuan pengelolaan diri. Hal ini di lakukan agar otot tetap rileks, merasakan sensasi rileks dan ketegangan menghilang. Teknik ini dilakukan selama 15-30 menit dengan masing-masing 5 detik dalam setiap pergerakan. Teknik relaksasi otot progesif di lakukan dengan 2 tahap yaitu sebelum dan sesudah di lakukan teknik relaksasi otot progesif. Sebelum di lakukannya teknik tersebut maka kadar gula rata-rata sebesar 173,07 mg/dl dan sesudah di kaukan nya teknik tersebut kadar gula nya rata-rata sebesar 161,68 mg/dl. Apabila teknik ini dilalukan secara teratur maka berimbas pada penurunan kadar gula pasien secara berkala dan membuat pasien menjadi lebih bugar.
Teknik lain dalam mengontrol gula darah juga dapat dilakukan secara nonfarmakologi salah satunya dengan penerapan akupresur. Akupresur dipercaya sebagai sebuah intervensi yang dapat digunakan untuk menstabilkan glukosa darah dengan cara menurunkan Kadarnya. WHO mengakui bahwa akupresur dapat mengaktifkan unit terkecil sistem saraf yang merangsang kelenjar endokrin dan dapat menstimulasi organ bermasalah agar dapat kembali membaik. akupresur juga dapat mengaktifkan glucose-6-phosphate dan beretek pada hipotalamus serta meningkatkan produksi insulin, meningkatkan reseptor sel target, dan menyebabkan penggunaan glukosa didalam sel lebih cepat sehingga dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi turun





