Description
Penulis:
Intan Zahrotul Aulia, Amd.Kep.
Tiara Fatma Pratiwi,S.Kep.,Ns.M.Tr.Kep.
Dina Camelia, S.Kep.,Ns.M.Tr.Kep.
H. Arif Wijaya, S.Kp.,M.Kep.
Achmad Wahdi, S.Kep.,Ns.,M.Tr.Kep.
Uk. 15×23 cm
Lanjut usia merupakan seseorang yang telah mencapai usia atau umur 60 tahun ke atas dengan mengalami proses penuaan. Lansia identik dengan berbagai penurunan status kesehatan terutama status kesehatan fisik, bertambahnya usia akan diiringi berbagai penyakit, penurunan fungsi tubuh, keseimbangan tubuh dan diikuti dengan peningkatan penyakit tidak menular kronis, salah satunya diabetes melitus (Kiik et al., 2018). Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah Gula darah yang meningkat, merupakan efek umum dari diabetes tidak terkontrol yang menyebabkan kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, khususnya saraf dan pembuluh darah (Meuraxa, 2017). Fenomena yang masih terjadi di masyarakat adalah masih banyak ditemukan pada lansia dengan diabetes melitus dikarenakan pola makan dan aktivitas fisik. Perubahan gaya hidup seperti kebiasaan konsumsi makanan kurang sehat dan aktivitas fisik yang kurang, memiliki risiko tinggi mengalami diabetes melitus tipe II (Murtiningsih et al.,2021).





