Description
Penulis:
Dr. Wanti, SKM., MSc
Uk. 15.5×23 cm
ISBN: Proses Pengajuan
Kemampuan Mycobacterium tuberculosis sebagai agen penyakit Tuberkulosis untuk hidup di udara umumnya sangat bergantung pada faktor lingkungan, yang dapat menyebabkan bakteri bertahan lama di udara dan meningkatkan risiko penularan Tuberkulosis. Berdasarkan uji multivariat maka angka kuman udara di kamar tidur dipengaruhi oleh kelembaban kamar, luas ventilasi kamar, dan kepadatan kamar tidur, dimana kelembaban mempunyai pengaruh paling besar terhadap angka kuman udara di kamar penderita Tuberkulosis. Penderita Tuberkulosis sebaiknya tidur terpisah di kamar sendiri untuk mengurangi risiko penularan dengan kontak dekat atau selalu menggunakan masker atau menutup mulut/hidung saat batuk/bersin dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Masyarakat hendaknya menjaga agar sinar matahari langsung masuk ke kamar tidur dan menurunkan kelembapan dengan menambah ukuran ventilasi atau menempatkan posisi ruangan yang memungkinkan sinar matahari langsung masuk ke dalam ruangan untuk mengurangi risiko penularan TBC di dalam ruangan. Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota Kupang dan juga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta instansi terkait lainnya perlu melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap izin pembangunan perumahan agar sesuai dengan Peraturan yang ada dan juga perlu adanya pengawasan langsung terhadap pembangunan rumah di masyarakat.





