Description
Penulis:
Tsulis Amiruddin Zahri
Akbar Farid
Hanifa Intan Desiga
Khoerotun Nisa Liswati
Uk. 15×23 cm
Tersedia 10.000 buku cetak
Kopi di Bangka Belitung bukan sekadar minuman pengusir kantuk. Ia adalah simbol sosial yang merangkum ritme hidup masyarakat kepulauan, tempat pertemuan antara tradisi, ekonomi, dan solidaritas. Di setiap sudut kota pelabuhan, dari Manggar yang dikenal sebagai “kota seribu satu warung kopi” hingga Pangkalpinang yang lebih modern, aroma kopi menyatu dengan percakapan harian. Kedai kopi menjadi ruang publik yang inklusif—tempat nelayan, pegawai, mahasiswa, dan pejabat duduk setara.





