REVITALISASI AKSARA JAWI DI ERA DIGITAL

Rp70.000

Beli via WhatsApp
Beli via Shopee

Description

Penulis:

Allif Syahputra Bania, S. Pd., M. Si

Dr. Dody Irawan, S. Pd., M. Pd., M. Hum

Dr. Rinaldi Supriadi, M. Pd

Dr. Drs. Bachtiar Akob, M. Pd

Najihatul Faridy, S. Sy., M. M

Uk. 15×23 cm

Tersedia 10.000 buku cetak

Aksara Jawi merupakan salah satu warisan literasi paling berpengaruh dalam sejarah dunia Melayu–Aceh. Ia pernah menghubungkan jaringan intelektual dari Aceh hingga Pattani, Brunei, Semenanjung Malaya, hingga Mindanao, menjadi medium penyebaran ilmu, hukum adat, dakwah, dan sastra. Dalam lintasan sejarahnya, Jawi membentuk identitas budaya dan spiritual masyarakat Melayu secara mendalam. Namun, dominasi aksara Latin dan perubahan pola pendidikan modern menyebabkan aksara bersejarah ini semakin terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda.

Pemahaman tentang Jawi tidak hanya mencakup asal-usul dan perkembangan aksara, tetapi juga relasinya dengan dinamika sosial, pergeseran budaya, dan tantangan literasi kontemporer. Di tengah menurunnya kemampuan membaca dan menerjemahkan Jawi, muncul kebutuhan untuk melihat kembali nilai strategis aksara ini sebagai bagian dari warisan pengetahuan Nusantara. Melalui perspektif budaya dan linguistik, Jawi tampak bukan sekadar sistem tulisan, tetapi simbol identitas dan kesinambungan sejarah Melayu–Aceh.