ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN KOMUNIKASI VERBAL MENGGUNAKAN TERAPI FACIAL MASSAGE & TEKNIK VOKAL AIUEO

Rp70.000

Beli via WhatsApp
Beli via Shopee

Description

Penulis:

Zainatul Ulwiyah, Amd.Kep.
Tiara Fatma Pratiwi, S.Kep.Ns,.M.Tr.Kep.
Ika Puspita Sari, S.Kep.,Ns.M.Kep.
H. Arif Wijaya, S.Kp., M. Kep.
Faishol Roni, S.Kep.Ns.,M.Kes.

Uk. 15.5×23 cm

ISBN: Proses pengajuan

Peran perawat dalam menangani pasien stroke non hemoregik dengan gangguan komunikasi verbal tersebut yaitu dengan memberi asuhan keperawatan yang komprehensif dan dilakukan tindakan kaperawatan yang bertujuan untuk kemampuan bicara meningkat, kemampuan mendengar dan memahami kesesuaian ekspresi wajah/tubuh meningkat, Respon perilaku membaik, pemahaman komunikasi membaik dalam SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia). Intervensi yang dapat dilakukan diantaranya adalah promosi komunikasi : defisit bicara, pendengaran dan visual dalam SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia). Intervensi khusus diperlukan untuk penderita gangguan komunikasi verbal pada pasien sroke non hemoragik adalah terapi pengucapan huruf vokal “AIUEO” dan facial massage. Terapi “AIUEO” merupakan jenis terapi wicara yang ditekankan pada pengucapan huruf vokal pada alfabet serta dengan cara menggerakkan lidah, bibir dan otot wajah. Hasil penerapan terapi “AIUEO” skala komunikasi fungsional pada pasien meningkat dari yang awalnya 9 menjadi 11. Latihan terapi vocal AIUEO dilakukan selama 2 kali sehari dalam 7 hari dan sampai meningkatkan kemampuan komunikasi verbal secara signifikan.

Facial massage merupakan latihan gerak pada wajah secara pasif. Facial massage adalah perlakuan atau pemberian tekanan dengan jari pada wajah. Hasil penerapan terapi facial massage pada pasien stroke mengalami peningkatan aktivitas otak menyebabkan nervus facialis yang sebelumnya terganggu dapat kembali aktif sehingga kesimetrisan wajah dapat tercapai Penambahan ekspresi wajah manusia berdasarkan emosi berguna untuk mengkaji otak manusia, yang tanpa disadari dengan mencoba berbagai ekspresi akan melatih otot wajah yang sebelumnya kaku sehingga kesimetrisan wajah tercapai.